Sejarah
Tempat untuk Dilihat
Acara
Akses
Sekitar
Lainnya
Lainnya

Salah satu representative taman awal Edo, Taman Kyu-Shibarikyu dipenuhi dengan tradisi dan ketenangan. Alam menutupi setiap bagian dari taman ini, terutama pada musim semi ketika sakura-sakura di sini mekar dan mewarnai taman ini dengan indah. Terletak di area Hamamatsucho, Taman Kyu-Shibarikyu memberi Anda alam yang menenangkan untuk beristirahat dari kehidupan sibuk Anda di Tokyo.

Sejarah


Kolam

Pada tahun 1650an, area yang kini merupakan Taman Kyu-Shibarikyu direklamasi dan setelah itu diberikan kepada Okubo Tadamoto, anggota setia dari dewan penatua Tokugawa Ietsuna. Okubo, penguasa domain Odawara (prefektur Kanagawa), mengutus tukang kebun terkenal dari domain Odawara dan menamakannya “Rakujuen”. Pada tahun 1800an, taman ini berakhir di tangan cabang Kishu dari Keluarga Tokugawa sebagai tempat tinggal.

Pada tahun 1871, setelah akhir zaman Edo (1603 – 1868), taman ini menjadi properti dari keluarga kekaisaran Arisugawa-no-miya. Tidak lama setelahnya, Kementerian Rumah Tangga Kekaisaran membeli tanah ini, dan menamakan tamannya sebagai Shibarikyu.

Gempa Bumi Besar Kanto pada tahun 1923 menghancurkan sebagian besar pohon dan bangunan, tetapi pada tahun berikutnya, taman ini disumbangkan kepada Kota Tokyo, dipulihkan, lalu dibuka kepada publik lagi. Pemerintahan Jepang menamakan Taman Kyu-Shibarikyu sebagai tempat dengan pemandangan yang indah dan minat khusus sejarah.

Di Dalam Taman

Sensui – 泉水


Kolam, atau sensui, di Taman Kyu-Shibarikyu

Taman Kyu-Shibarikyu dibuat dengan gaya kaiyuu-shiki, dengan kolam di tengahnya. Kolam ini, bernama “sensui” dalam Bahasa Jepang, pada dahulunya mengandung air laut yang ditarik dari laut. Pemandangan kolam ini akan berubah secara drastik sesuai dengan surutnya, menciptakan tempat berjalan di antara dua pulau ketika surutnya rendah.

Susunan Batu - 石組


Susunan Batu

Batu yang disusun dengan hati-hati di antara alam taman ini memberi suasana tenang di Taman Kyu-Shibarikyu. Okubo Tadamoto memilih bahan-bahan yang digunakan untuk taman ini dengan cermat, seperti batu Nebukawa yang beliau kirim dari Odawara dan batu Kuroboku dari Fuji. Susunan batu di Nakajima memodelkan Gunung Penglai, gunung mitologis Cina yang dikatakan adalah rumah pertapa beragama. Kare taki, atau air terjun kering, adalah susuanan batu yang menggambarkan aliran air terjun.

Seiko no Tsutsumi - 西湖の堤


Seiko no Tsutsumi

Seiko no Tsutsumi, di bagian utara kolam ini terinspirasi oleh Sungai Xi Hu di Cina. Keseluruhan tanggul di sini dibuat dengan batu. Area ini seringkali direferensikan di puisi Jepang seperti haiku.

Tai-bashi, Gunung Nebukawa dan Tobi-ishi - 鯛橋・根府川山・飛石


"Gunung Nebukawa
"

Bentuk dari jembatan Tai-bashi menyerupakan bream laut. Setelah menyeberangi jembatan ini, Anda dapat melihat Gunung Nebukawa, gunung buatan manusia. Di atas bukit itu adalah beberapa batu Nebukawa yang disusun secara artistik untuk suasana spiritual.

Lapangan Memanah - 弓道場

Lapangan Memanah terletak di bagian utara taman ini dan dapat digunakan untuk umum, tetapi Anda harus membawa peralatan Anda sendiri.
・Biaya: ¥140 / jam
*Tutup setiap Senin pagi

Acara

Pertunjukan Sakura - 桜の演奏会 (April)


Sakura di Taman Kyu-Shibarikyu桜

Ketika musim sakura mendekati Taman Kyu-Shibarikyu, taman ini megadakan Pertunjukan Sakura. Lagu tema sakura juga ditunjukkan dengan instrumen Jepang di bawah pohon sakura someiyoshino dan oshima-sakura dan didepan wisteria trellis. Instrumen tradisional Jepang seperti kozutsumi dan niko digunakan di pertunjukan ini. Lebih dari itu, pertunjukan ini gratis!

Tanabata - 七夕 (Juli)

Tanabata adalah acara Jepang yang didasarkan dari legenda Orihime dan hikoboshi (Vega dan Altair) bertemu setiap tahun pada 7 Juli. Taman Kyu-Shibarikyu merayakan Tanabata dengan pertunjukan instrumen tradisional Jepang, penjualan furin (lonceng angin Jepang) dan kelas pelajaran budaya Jepang. Bunga musim panas seperti bunga bellflower dan crepe myrtle yang mekar pada saat ini membuat pemandangan festival ini sangat menakjubkan. Acara ini juga gratis!

Akses

Stasiun terdekat:
・Hamamatsucho Station 浜松町駅 (JR Yamanote Line JY28/Keihin Tohoku Line JK23)
・Daimon Station 大門駅 (Toei Asakusa A09/Oedo Line 20)

Dari Shinjuku Station 新宿駅

【Shinjuku Sta.】Toei Oedo Line / for Roppongi/Daimon
→【Daimon Sta.】dari Exit B2 → Jalan kaki sekitar 2 menit

Dari Tokyo Station 東京駅

【Tokyo Sta.】JR Yamanote Line / for Shinagawa
→【JR Hamamatsucho Sta.】dari North Exit → Jalan kaki sekitar 1 menit

Dari Narita Airport 成田空港

【Narita Airport Sta.】Tokyo Shuttle / for Shinonome-shako
→【Tokyo Sta.】JR Yamanote Line / for Shinagawa
→【JR Hamamatsucho Sta.】dari North Exit → Jalan kaki sekitar 1 menit

Dari Haneda Airport 羽田空港

【Haneda Airport Sta.】Tokyo Monorail / for Hamamatsucho
→【Hamamatsucho Sta.】dari North Exit → Jalan kaki sekitar 1 menit

Information

Address
1-4-1 Kaigan, Minato-ku, Tokyo 
Phone
+81-3-3434-4029
Hours
9:00a.m. - 5:00p.m (last entry pada 4:30p.m.)
Closed
29 Des. – 3 Jan. 
Fee
General: ¥150
Diatas 65 tahun: ¥70

*Gratis untuk siswa SD dan SMA yang tinggal atau sekolah di Tokyo 

Tempat Wisata di Sekitar

Taman Hamarikyu - 浜離宮恩賜庭園

Kunjungi Taman Hamarikyu untuk udara segar! Taman Hamarikyu dibangun pada zaman Edo (1603-1867) oleh Tokugawa Shogunate, dan menjadi taman nasional sejak tahun 1946. Kebun peony di sini terutama terkenal, dan pohon sakura pada musim semi memberikan pemandangan yang menakjubkan.

Tokyo Tower - 東京タワー

Sebagai salah satu simbol kota Tokyo, Tokyo Tower adalah menara yang berdiri di pusat ibu kota Jepang. Menara ini adalah menara televisi yang memberi sinyal ke wilayah Kanto. Di dalam menara ini, terdapat ruang observasi di mana Anda dapat melihat pemandangan Tokyo 360 derajat. Selain itu, Anda juga dapat menemukan restoran, toko dan bahkan taman hiburan didekasikan untuk anime “One Piece”. Setiap malam, iluminasi Tokyo Tower membuatnya terlihat sangat indah dan menonjol di pertengahan kota metropolitan Tokyo yang ramai.

Zojoji - 増上寺

Kuil Zozoji terletak 7 menit dari Tokyo Tower. Dibangun pada tahun 1393, ini adalah kuil keluarga Tokugawa Shogunate. Sangedatsumon, adalah gerbang utama yang mempunyai tinggi 20 meter, dan Anda dapat melihat Tokyo Tower di belakangnya. Ada beberapa aula lain bersama dengan aula utama, Hondo, dan setiap aula tersebut memberi penampilan yang luar biasa.