Sejarah
Tempat untuk Dilihat
Lainnya
Lainnya
Lainnya
Acara
Akses
Sekitar
Lainnya
Lainnya

Ketika Anda mendengar Tokyo, hal yang pasti Anda pikir adalah pencakar langit, restoran robot, konvensi anime dan hal-hal lain yang modern. Banyak orang yang akan melupakan tempat-tempat bersejarah di kota Tokyo. Tokyo memiliki lebih dari 1000 kuil, dan banyak dari kuil ini terletak di dekat destinasi turis yang terkenal! Zojo-ji, pada khususnya, terletak tepat di dekat Tokyo Tower, dan mempunyai sejarah sepanjang 600 tahun. Jika Anda sudah Lelah dari kota Tokyo yang dipenuhi dengan teknologi-teknologi canggih, kunjungi Zojo-ji untuk menenangkan diri Anda.

Sejarah Zojoji


Foto Kuil Zojoji dari atas

Awal dari Zojoji

Zojo-ji dibangun pada tahun 1393 sebagai kuil untuk sekte Buddhisme Jodo di wilayah Kanto. Pada awalnya, kuil ini terletak di Bangsal Chiyoda (Tempat di mana terletaknya Stasiun Tokyo dan Kuil Yasukuni). Sekarang, kuil ini dipindahkan ke Bangsal Minato, di dekat Tokyo Tower. Dari pembangunannya sampai zaman Sengoku (sekitar 1467 – 1568), Zojoji merupakan kuil utama untuk sekte Jodo di Jepang Timur.

Beberapa dekade kemudian, shogun Tokugawa Ieyasu mulai menguasai tanah-tanah di wilayah Kanto, dan pada tahun 1590, beliau membuat Zojoji sebagai kuil keluarganya. Zojoji dipindahkan ke lokasi saat ini pada 1598 dan luasnya dibesarkan – dalam tanah seluas 826,000m2, terdapat 48 kuil kecil dan 150 sekolah tata Bahasa (寺子屋), dengan 3,000 bhiksu tinggal di pekarangan ini.

Ketika pemerintahan Tokugawa jatuh pada akhir abad ke-19, pemerintahan baru menyita tanah Zojiji. Setelah itu, kebakaran besar membakar berbagai bangunan di sini, seperti aula utama yang hancur total. Pada 1875, dengan bantuan dari kuil utama sekte Jodo di Kyoto, rekonstruksi Zojoji dimulai dan dilakukan selama beberapa tahun.

Zojoji Saat Ini

Sayangnya, Zojoji runtuh lagi pada Perang Dunia II. Pada Pengeboman, sebagian besar bangunan di pekarangan kuil terbakar. Pada 1952, aula utama sementara dibangun, dan rekonstruksi bangunan-bangunan lainnya juga dimulai.

Aula utama permanen yang baru diselesaikan pada 1972, dan aula utama yang sementara sekarang digunakan sebagai aula tambahan. Sangadatsumon dan Kuromon yang asli tetap berdiri di pekarangan kuil sampai saat ini.

Di Dalam Zojoji

Sangedatsumon - 三解脱門


Gerbang Sangedatsumon

Anda akan melihat gerbang besar berwarna merah ketika Anda memasuki Zojoji. Gerbang ini adalah Sangedatsumon dan dibangun pada tahun 1622, dengan bantuan keuangan dari keshogunan Tokugawa. Sangedatsumon adalah salah satu bangunan paling terkenal di Zojoji. Sangedatsumon mempunyai arti “Gerbang (mon) di mana seseorang dapat dikirim (gedatsu) dari tiga (san) kondisi duniawi: keserakahan, kemarahan dan kebodohan”. Gerbang ini merupakan salah satu dari dua bangunan yang tidak runtuh pada saat Pengeboman Tokyo pada Perang Dunia II.

Shorodo - 鐘楼堂


Shorodo

Seketika Anda jalan melalui Sangedatsumon, Anda akan menemukan Shorodo di sebelah kanan Anda. Shorodo pada awalnya dibangun pada 1633 (tetapi direkonstruksi setelah Perang Dunia II) dan memiliki lonceng yang besar. Lonceng ini dulunya merupakan lonceng terbesar di Jepang Timur, dan pada saat zaman Edo, lonceng ini digunakan untuk mengidentifikasi waktu. Lonceng ini mempunyai perang penting dalam kehidupan Edoite, dan banyak haiku yang mempunyai referensi lonceng ini.

Daiden - 大殿


Daiden

Jika Anda jalan lurus dari Shorodo, Anda akan menemukan Daiden, atau Aula Utama. Ketika Anda menaiki tangga ke Aula Utama ini, Anda akan melihat patung Buddha Amida yang disembah di dalam. Aula Utama ini dibangun pada tahun 1974, karena aula aslinya terbakar pada saat Perang Dunia II.

Ankokuden - 安国殿


Ankokuden

Dibangun pada 1972, bangunan ini dulunya merupakan Aula Utama sementara, dan sekarang bernama Ankokuden. Di sini, Anda dapat menemukan patung Buddha Amida Hitam, yang disembah oleh Tokugawa Ieyasu. Dikatakan bahwa beliau melindungi patung ini melalui bencana-bencana, dan memberi pujian atas kemenangan perangnya kepada patung Buddha Amida Hitam ini.

Patung Buddha Amida Hitam hanya dapat dilihat selama 3 hari setiap tahun: pada 15 Januari, Mei dan September. Anda dapat melihatnya dari 9:00a.m. sampai 3:00p.m. dengan khutbah Buddha dari 1:00p.m. dan pertemuan doa dari 2:00p.m. Jimat Buddha Amida Hitam yang eksklusif juga dijual dari ¥5,000 sampai ¥20,000 pada saat ini.

Makam Tokugawa - 徳川将軍家墓地


Makam Tokugawa

Zojoji dulunya merupakan kuil keluarga Tokugawa. Zojoji mengabadikan enam shogun Tokugawa – kedua (Hidetada), keenam (Ietsugu), kesembilan (Ieshige), kedua belas (Ieyoshi) dan keempat belas (Iemochi). Meskipun makan aslinya hancur pada saat perang, sisa dari shogun dikubur sangat dalam sehingga tidak tersentuh. Biaya untuk memasuki makan ini adlaah ¥700, dan dibuka dari jam 10:00a.m. sampai 4:00p.m.

TIP: Jika Anda ingin mengunjungi Makan dan pameran harta karun, Anda dapat membeli kedua tiket ini hanya untuk ¥1000

Kuromon - 黒門


Kuromon

Berdekatan dengan Kyozo adalah Kuromon, yaitu salah satu dari dua bangunan yang selamat dari Pengeboman Tokyo pada 1954. Kuromon adalah gerbang yang dibangun oleh shogun ketiga, Iemitsu, sekitar 1648 dan 1652. Meskipun gerbang ini tidak terlihat mewah dibandingkan dengan bangunan-bangunan yang lain, Anda dapat merasakan sejarah dari gerbang ini melalui pilar gelap dan atap ubin kawara gaya Jepangnya.

Kyozo - 経蔵

Putar balik ke pintu masuk dan Anda akan menemukan Kyozo di seberang Shorodo. Kyozo yang dapat dilihat saat ini dibangun pada 1800 (Kyozo yang asli dibangun pada 1613, tetap terbakar), dan merupakan gudang untuk pusaka nasional. Pada saat kekuasaanya, Tokugawa Ieyasu membawa balok kayu dari Cina dan Korea untuk menyimpannya di Kyozo, dan barang langka tersebut tetap disimpan di sini.

Pameran Harta Karun Zojoji - 増上寺宝物展示室

Di lantai basement kedua Daiden adalah Pameran Harta Karun Zojoji, atau Zojoji Treasure Exhibit. Pameran ini, dibuat untuk menghormati tahun ke-400 sejak kematian Tokugawa Ieyasu, menampilkan model miniatur makam keluarga Tokugawa. Pameran ini juga menampilkan artefak-artefak bersejarah. Biaya masuk untuk pameran ini adalah ¥500 dan dibuka dari 10:00a.m. sampai 5:00p.m.

Acara

Gyoki-daie – 御忌大会 (Apr.)

Gyoki-Daie, diadakan setiap April, adalah Upacara Pemakaman Jodo yang didedikasikan kepada penemu sekte, Honen. Dalam agama Buddha, terdapat tradisi untuk merayakan kematian seseorang selama tujuh hari setelah kematiannya, dan ini merupakan versi tradisi ini di sekte Jodo. Dari 2 sampai 7 April jam 9:00a.m. sampai 4:00p.m., Zojoji merayakan kehidupan Honen dengan mengadakan upacara teh dan ibadah. Acara ini gratis, dan semua orang (bahkan turis!) dapat mengikuti acara ini.

Jizoson Bonodori – 地蔵尊盆踊り (Juli)

Festival Kuil adalah sesuatu yang harus Anda saksikan jika Anda mengunjungi Jepang pada saat musim panas. Festival Jizoson Bonodori adalah festival musim panas Zojoji yang diadakan setiap tahun, di mana Anda dapat menikmati tarian festival tradisional Jepang dan atmosfernya. Festival ini diadakan pada hari Jumat dan Sabtu bulan Juli.

Takigi Noh – 薪能 (Sep.)

Noh adalah drama tradisional Jepang yang menggunakan topeng, dan Takigi Noh adalah versi Noh yang diadakan di outdoor. Pada zaman Edo, Noh adalah drama yang seringkali dilihat di acara seremonial, tetapi menghilang pada saat Restorasi Meiji karena modernisasi yang cepat. Dengan bantuan dari kelas bangsawan, Noh diselamatkan dari kepunahan. Untuk menghormati restorasi Noh, Teater Noh Takagi dibuat pada tahun 1881 di daerah Tokyo Tower. Sayangnya, teater ini hancur pada saat Perang Dunia II. Untuk memperingati teater dan seni Noh ini, terdaat pertunjukan outdoor Noh yang diadakan di Zojoji. Pertunjukan Noh diadakan pada malam hari, di mana pertunjukan ini diterangkan dengan api unggun dan memberi atmosfer yang sangat halus. Acara ini adakan pada akhir September.

Harga tiket untuk pertunjukan ini dimulai dari ¥2000 sampai ¥8000, dan mulai dijual pada 31 Juli di lantai satu Lobi Zojoji Daiden. Anda juga dapat membeli tiketnya melalui telepon (03-3432-1431) dari 9:00a.m sampai 5:00p.m. (Hanya dalam Bahasa Jepang).

Malam Tahun Baru / Tahun Baru (Des. / Jan.)

Joyo no Kane adalah tradisi Jepang di mana kuil akan membunyikan loncengnya 108 kali pada tengah malam Malam Tahun Baru, sebagai simbol untuk menyingkirkan 108 keinginan duniawi. Anda dapat menyaksikan tradisi ini di Zojoji, selama melihat Tokyo Tower di belakang yang melakukan Light-up Tahun Baru yang istimewa. Campuran tradisional dan modern Jepang di sini memberi pemandangan yang sangat menarik.

Di Zojoji, Anda dapat membunyikan bel ini jika Anda membuat reservasi dan membeli tiketnya. Tiket untuk membunyikan bel ini dijual untuk ¥2000 dan dijual dari 1 Desember pada 9:00a.m. di Temple Office di lantai dua Zojoji Kaikan. Tiket ini terbatas dan dijual dengan sistem first come first serve.

Pada Tahun Baru, banyak orang Jepang yang melakukan hatsu-mode, yaitu untuk mengunjungi kuil pada awal tahun yang baru. Dengan mengunjungi kuil pada Tahun Baru, orang-orang dapat berdoa untuk kesehatan dan keberuntungan dalam tahun yang mendatang. Anda dapat berdoa untuk tahun yang baru di Zojoji, dan mengundi omikuji, atau slip keberuntungan.

Akses

Stasiun terdekat:
・Shibakoen Station 芝公園駅 (Toei Mita Line I05)
・Daimon Station 大門駅 (Toei Asakusa A09/Oedo Line 20)

Dari Shinjuku Station 新宿駅

【Shinjuku Sta.】Toei Shinjuku Line / for Honhachiman Station
→【Jimbocho Sta.】Toei Mita Line / for Shirokanetakanawa
→【Shibakoen Sta.】dari Exit A5 → Jalan kaki sekitar 4 menit

Dari Tokyo Station 東京駅

【Tokyo St.】Tokyo Metro Marunouchi Line / for Ogikubo
→【Ginza Sta.】Tokyo Metro Hibiya Line / for Nakameguro
→【Hibiya Sta.】Toei Mita Line / for Hiyoshi
→【Shibakoen Sta.】dari Exit A5 → Jalan kaki sekitar 4 menit

Dari Narita Airport 成田空港

【Narita Airport】Narita Sky Access Express / for Haneda International Airport Domestic Terminal
→【Daimon Sta.】→ Jalan kaki sekitar 5 menit

Dari Haneda Airport 羽田空港

【Haneda Airport】Keihin Airport Express / for Narita Airport
→【Daimon St.】→ Jalan kaki sekitar 5 menit

Information

Address
4-7-35 Shiba-koen, Minato-ku, Tokyo
Phone
03-3432-1431
Hours
Zojo-ji: 
・9:00a.m. sampai 5:00p.m.

Tokugawa Mausoleum & Museum: 
・10:00a.m. sampai 4:00p.m. (last entry pada 3:45p.m.)
Closed
Zojo-ji: 
・Buka sepanjang tahun

Tokugawa Mausoleum & Museum: 
・Selasa (Kecuali hari libur nasional)
Fee
Zojo-ji: 
・Gratis

Tokugawa Mausoleum: 
・¥500 

Museum: 
・¥700 

Tokugawa Mausoleum & Museum: 
・¥1000 

Tempat Wisata di Sekitar

Tokyo Tower – 東京タワー

Sebagai salah satu simbol kota Tokyo, Tokyo Tower adalah menara yang berdiri di pusat ibu kota Jepang. Menara ini adalah menara televisi yang memberi sinyal ke wilayah Kanto. Di dalam menara ini, terdapat ruang observasi di mana Anda dapat melihat pemandangan Tokyo 360 derajat. Selain itu, Anda juga dapat menemukan restoran, toko dan bahkan taman hiburan didekasikan untuk anime “One Piece”. Setiap malam, iluminasi Tokyo Tower membuatnya terlihat sangat indah dan menonjol di pertengahan kota metropolitan Tokyo yang ramai.

NHK Museum of Broadcasting – NHK放送博物館

NHK Museum of Broadcasting adalah museum penyiaran televisi dan radio pertama di dunia. Museum ini memberikan tur dari sejarah penyiaran Jepang. Meskipun tidak terdapat banyak panduan dalam Bahasa Inggris, Anda tetap dapat menikmati tempat ini, karena ada beberapa hands-on activities dengan peralatan penyiaran. Lebih dari itu, museum ini gratis!

Kuil Atago-jinja – 愛宕神社

Terletak di pertengahan kawasan bisnis Tokyo, Atago-jinja adalah kuil yang dibangun pada zaman Edo pada tahun 1603. Shogun Tokugawa Ieyasu memerintah pembangunan kuil ini untuk melindungi kota ibu Edo dari kebakaran dan bencana lainnya. Tangga curam yang terletak di depan pintu masuk kuil ini terkenal untuk legenda Shusse no Ishidan, yang berarti ‘Langkah menuju kesuksesan’, di mana samurai muda menaik-turun tangga tersebut di punggung kuda. Atago-jinja sangat mudah dikunjungi jika Anda kunjungi Tokyo Tower via Stasiun Kamiyacho (Kamiyacho station), di mana Anda hanya jalan sekitar 5 menit ke kuil ini.